Payload Logo
Bontang

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam agenda pelepasan keberangkatan 112 calon jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Berlangsung di Pendopo Wali Kota Bontang, Kamis (7/5/2026) (dok: PPID)

Haru Pelepasan Jemaah Haji Bontang, 112 Calon Tamu Allah Siap Berangkat ke Tanah Suci

Penulis: Salsabila Resa | Editor:
8 Mei 2026

BONTANG — Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang saat Pemerintah Kota Bontang melepas keberangkatan 112 calon jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kamis (7/5/2026) malam.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Neni Moerniaeni yang ditandai dengan penyerahan bendera kepada Petugas Haji Daerah (PHD) serta penyematan slayer kepada perwakilan jemaah.

Tangis haru keluarga yang turut mengantar keberangkatan menambah suasana emosional dalam prosesi tersebut.

Ratusan jemaah asal Bontang itu dijadwalkan bertolak menuju Embarkasi Balikpapan pada Jumat (15/5/2026) mendatang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Bontang, Najmuddin Tamimi menjelaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab penuh dalam memastikan pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat yang akan menjalankan ibadah haji.

Menurutnya, kehadiran negara dalam penyelenggaraan ibadah haji menjadi amanah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.

Karena itu, seluruh tahapan pemberangkatan terus dipersiapkan agar para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

“Negara harus hadir memberikan pelayanan, bimbingan, dan perlindungan kepada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah haji,” ujarnya.

Najmuddin memaparkan, total 112 jemaah haji asal Bontang tahun ini terdiri dari 51 jemaah nomor urut porsi, dua jemaah prioritas lanjut usia, lima jemaah pendamping atau penggabungan, 38 jemaah cadangan, satu petugas PHD/TPHD, dan 15 jemaah mutasi masuk dari berbagai daerah di Indonesia.

Daerah asal mutasi tersebut di antaranya Samarinda, Kutai Timur, Mamuju, Pinrang, Kupang, Nganjuk, Dumai, hingga Jakarta. Dari keseluruhan jemaah, sebanyak 46 orang merupakan laki-laki dan 66 lainnya perempuan.

Ia juga menyebutkan, jemaah termuda tahun ini adalah Ali Rasyid Ridha yang baru berusia 18 tahun, sementara jemaah tertua bernama Abu Ala berusia 80 tahun.

Sebanyak 111 jemaah dijadwalkan berangkat melalui Kloter 14 Balikpapan bersama dua petugas pendamping, sedangkan satu jemaah lainnya tergabung dalam Kloter 17 bersama jemaah asal Solo.

Dalam laporannya, Najmuddin turut menyinggung penurunan jumlah jemaah haji asal Bontang pada tahun ini. Ia mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan distribusi nomor urut porsi tingkat provinsi, di mana sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur memperoleh kuota lebih besar karena antrean lama yang belum terakomodasi.

Meski begitu, ia menilai kebijakan tersebut justru membawa dampak positif bagi masyarakat Bontang dalam jangka panjang karena masa tunggu keberangkatan haji menjadi lebih singkat dibanding sebelumnya.

“Kalau sebelumnya masa tunggu mencapai sekitar 47 tahun, sekarang turun menjadi sekitar 29 tahun. Jadi ke depan ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Bontang,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengingatkan kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah besar yang tidak semua orang dapatkan.

Ia meminta para jemaah memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperbanyak ibadah dan menjaga niat selama berada di Tanah Suci.

Neni juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik mengingat cuaca di Arab Saudi jauh berbeda dengan Indonesia.

Para jemaah diharap rutin mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi, serta mengurangi aktivitas berlebihan apabila kondisi tubuh mulai menurun.

Selain kesehatan fisik, ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga emosi dan kesabaran selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Menurutnya, jutaan umat Muslim dari berbagai negara akan berkumpul di lokasi yang sama sehingga diperlukan sikap saling menghormati dan toleransi tinggi.

“Jaga lisan, jaga hati, dan tetap fokus beribadah. Jangan mudah terpancing emosi karena di sana semua orang datang dengan tujuan yang sama, yakni beribadah kepada Allah,” pesannya.

Neni menambahkan, para jemaah juga membawa nama baik Kota Bontang selama berada di Tanah Suci.

Karena itu, ia berharap seluruh jemaah menjaga perilaku, kekompakan, dan saling membantu, terutama kepada jemaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih.

Di akhir sambutannya, Neni menitipkan doa kepada seluruh jemaah agar mendoakan Kota Bontang tetap aman, damai, dan sejahtera.

Ia juga berharap pembangunan daerah dapat terus berjalan dengan baik demi mewujudkan Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, berkelanjutan, serta menjadi mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). (Adv)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025