Payload Logo
Bontang

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur. (dok: katakaltim)

Turunan Amonia-Urea Jadi Mesin Baru Industri Bontang, Peluang Investasi Bernilai Tambah Terbuka Lebar

Penulis: irw | Editor: Hilman
18 Juni 2026

BONTANG – Kota Bontang kembali memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai pusat industri kimia nasional. Ketersediaan bahan baku strategis berupa amonia dan urea dengan kapasitas produksi besar dinilai mampu membuka jalan bagi berkembangnya industri hilir bernilai tambah tinggi.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan keberadaan industri dasar seperti produksi amonia dan urea menjadi modal penting untuk menarik investasi baru, khususnya sektor turunan kimia.

“Bontang memiliki ekosistem industri yang kuat. Dengan produksi amonia sekitar 1,85 juta ton per tahun dan urea sekitar 2,98 juta ton per tahun, peluang pengembangan industri turunannya sangat terbuka,” ujar Aspiannur, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, bahan baku tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk industri strategis seperti ammonium nitrat, fatty acid, hingga biodiesel. Hilirisasi ini dinilai mampu menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan fasilitas produksi, jasa pendukung industri, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.

Selama ini, Bontang dikenal sebagai salah satu kawasan industri penting di Kalimantan Timur dengan keberadaan industri pupuk dan kimia berskala besar. Kapasitas produksi amonia dan urea yang tinggi menjadi salah satu faktor yang membuat daerah ini memiliki daya tarik bagi investor sektor petrokimia.

Karel menjelaskan, pengembangan industri turunan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi dari bahan baku, tetapi juga memperkuat posisi Bontang sebagai hub industri kimia di kawasan timur Indonesia.

“Investor tidak hanya melihat produksi utama, tetapi juga peluang menciptakan produk lanjutan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Ini menjadi kesempatan bagi Bontang untuk naik kelas dari industri berbasis bahan baku menuju industri hilir,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah melalui DPMPTSP terus mendorong terciptanya iklim investasi yang mendukung pertumbuhan industri baru, termasuk penyediaan kemudahan perizinan dan promosi potensi daerah.

Dengan fondasi industri yang sudah terbentuk, Bontang berpeluang menjadi pusat pengembangan industri kimia bernilai tambah, membuka lapangan usaha baru, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(*)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025