Balikpapan — Kekurangan tenaga pengajar di Kota Balikpapan masih menjadi persoalan serius menjelang pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan mencatat kebutuhan guru saat ini masih defisit lebih dari 1.000 orang.
Kondisi tersebut terjadi akibat minimnya penambahan tenaga pendidik dalam beberapa tahun terakhir, sementara jumlah guru yang memasuki masa pensiun terus bertambah setiap tahun.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan, kebutuhan ideal guru di Balikpapan diperkirakan mencapai sekitar 6.000 orang. Namun saat ini jumlah tenaga pengajar yang tersedia baru sekitar 4.200 guru.
“Dalam kurang lebih 10 tahun terakhir praktis tidak ada penambahan guru baru melalui jalur PNS. Yang terakhir dilakukan pemerintah adalah pengangkatan PPPK, tetapi itu sebenarnya hanya mengubah status guru honorer menjadi ASN,” ujar Irfan, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, pengangkatan PPPK belum mampu menambah jumlah guru secara signifikan karena tenaga yang diangkat berasal dari guru honorer yang sebelumnya memang sudah mengajar di sekolah-sekolah.
“Secara kuantitas sebenarnya tidak ada tambahan guru baru. Jadi kebutuhan tenaga pengajar tetap belum terpenuhi,” katanya.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Disdikbud Balikpapan mengambil langkah melalui program penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP). Program ini menjadi solusi sementara setelah pemerintah pusat melarang perekrutan tenaga honorer non-ASN.
Sejak Januari 2026, Disdikbud telah merekrut sekitar 460 guru PJLP untuk ditempatkan di sejumlah sekolah negeri di Balikpapan. Dengan tambahan tersebut, jumlah kekurangan guru saat ini diperkirakan tersisa sekitar 600 orang.
“Guru yang pensiun, pindah tugas, dan berbagai faktor lainnya terus bertambah. Kalau tidak ada langkah cepat, kekurangan guru akan semakin besar,” jelas Irfan.
Selain merekrut guru PJLP, pihaknya juga telah mengusulkan tambahan sekitar 100 formasi guru melalui jalur ASN kepada pemerintah pusat pada tahun ini. Disdikbud berharap usulan tersebut dapat disetujui untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di Balikpapan.
Tak hanya soal jumlah guru, Disdikbud juga menghadapi kendala dalam pengisian jabatan kepala sekolah. Irfan mengungkapkan masih banyak guru yang belum memenuhi syarat kepangkatan maupun administrasi untuk menduduki posisi kepala sekolah.
“Kalau dalam waktu dekat tidak ada rekrutmen tenaga guru baru, maka stok guru di Balikpapan akan semakin menipis,” tuturnya.
Disdikbud Balikpapan berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan tenaga pendidikan di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), mengingat pertumbuhan penduduk dan kebutuhan layanan pendidikan terus meningkat setiap tahun.(Han/Adv Diskominfo Balikpapan)














