Payload Logo
Bontang

Kepala DMPTSP, Muhammad Aspianur menyampaikan tercatat 707.316.056.895 atau 76,80 persen bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri dan mampu menyerap 920 TKI. (dok: katakaltim)


Ini Rincian Investasi Kota Bontang yang Didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri

Penulis: irw | Editor: Agung
5 Mei 2026

Bontang - Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penamaan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) mencatat investasi tertinggi kota Bontang bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)

Kepala DMPTSP, Muhammad Aspianur menyampaikan tercatat 707.316.056.895 atau 76,80 persen bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri dan mampu menyerap 920 TKI.

"Saat ini investasi terbesar di kota Bontang berasal dari penanaman modal dalam negeri yang memberikan kontribusi pada periode triwulan 1" ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan kontribusi penanaman modal dalam negeri tersebut bersumber dari berbagai sektor.

Seperti, industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi, menyumbang 543.211.915.364 atau 76,80 persen. Angka itu menempatkan sektor tersebut berada pada posisi pertama.

Kontribusi kedua untuk penanaman modal dalam negeri, berada pada sektor konstruksi, yang menyumbang 49.213.000.000 atau 6,96 persen.

Sementara lainnya, yaitu perdagangan dan reparasi menyumbang 48.566.525.850 atau 6,87 persen, dari sektor industri logam dasar, barang logam bukan mesin menyumbang 28.667.678.806 atau 4,05 persen dan transportasi, gudang, telekomunikasi menyumbang 19.401.908.127 atau 2,74 persen.

Dari sektor tersebut, terakumulasi berjumlah 707.316.056.895 atau 88,77 persen, sehingga menjadikan PMDN sebagai sumber utama dalam realisasi investasi pada triwulan pertama Kota Bontang.

Selain itu, Penanaman Modal Asing berkontribusi dalam investasi kota Bontang sebesar 89.463.314.209 atau 11,23 persen pada triwulan 1. Bersumber dari berbagai sektor diantaranya.

Sektor Industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi 89.458.314.209 atau 99,99 persen yaitu dari PT Kaltim Metanol Industri perusahaan dari jepang, sementara usaha hotel dan restoran menyumbang 5.000.000 atau 0,01 persen dari PT Anca Boga Pramita berasal dari perusahaan Hongkong dan RRT.

Ia menyebut, angka tersebut menempatkan penanaman modal dalam negeri menjadi kontributor utama dalam investasi Bontang

Namun, Muhammad Aspianur menambahkan bahwa kedepan akan lebih mengoptimalkan investasi dari berbagai sektor agar target investasi di tahun 2026 berdasarkan ketetapan DPMPTSP Kaltim dapat tercapai.

"DPMPTSP Kaltim menetapkan target investasi untuk kota Bontang di tahun 2026 meningkat sebesar 11,24 persen, ini akan di upayakan untuk mencapai target tersebut," tangkasnya(Adv)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025