KUBAR - Konflik antara artis 2Dara, empat pemain musik yakni Angga, Farid, Cak Gotri dan Muhlis, serta pelaksana hajatan di Kampung Sukomulyo, Kecamatan Long Iram, Kutai Barat (Kubar), berakhir damai setelah dimediasi Presidium Dewan Adat (PDA).
Mediasi digelar di Kantor PDA Kubar, Kompleks Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok, Selasa 06 Oktober 2026.
Mediasi dihadiri pihak 2Dara, dan 4 pemain musik, Mitra Indriyani selaku pelaksana hajatan, serta sejumlah pihak terkait.
Detilia dari 2Dara menyampaikan kronologi persoalan kepada PDA. Awalnya, 2Dara mendapat tawaran tampil dalam acara ngunduh mantu dan akikah yang dijadwalkan pada 19 Oktober 2026.
Tawaran tersebut disampaikan pada 30 Desember 2025 dan telah disepakati, termasuk honornya.
Kesepakatan untuk tampil tetap berjalan hingga September 2026. Rencana penampilan 2Dara kemudian ditambah dengan DJ.
Banner artis pendukung juga telah dicetak dan dipasang oleh tuan rumah di penyeberangan Kampung Long Iram.
Namun, rencana tersebut tiba tiba di batalkan setelah tuan rumah menghubungi Detilia pada 01 Oktober 2026 malam.
Tuan rumah mengaku mendapat tekanan dari empat musisi Angga, Farid, Cak Gotri, Muhlis yang juga dijadwalkan tampil dalam acara tersebut.
"Tuan rumah menyampaikan harus memilih, mempertahankan pemain band atau 2Dara. Kalau 2Dara tetap naik panggung, pemain musik akan bubar," paparnya.
Atas persoalan itu, Detilia mengaku merasa dirugikan. Batalnya penampilan membuatnya merasa tertekan secara psikologis, harga dirinya direndahkan, serta merasa pekerjaannya dihambat.
"Setelah persoalan ini muncul, kami meminta PDA Kubar memediasi dan menyelesaikan persoalan sesuai dengan ketentuan hukum adat yang berlaku," urainya.
Ketua PDA Kubar, Yurang mengatakan, persoalan bermula dari rencana hajatan Mitra yang akan digelar pada 19 Oktober 2026.
Sebelumnya, Mitra telah memesan artis dan group musik untuk mengisi acara tersebut sejak Desember 2025.
"Kemudian di dalam Group whatshap pemain musik band dan artis itu muncul perbedaan pendapat. Sehingga ada pihak yang merasa tidak nyaman dan persoalan ini dimediasi," ujarnya.
Dalam mediasi, kata Yurang, masing-masing pihak menyampaikan persoalan dari sudut pandangnya.
Penyelesaian kemudian dilakukan dengan mempertemukan para pihak dan mencari jalan keluar bersama.
Hasil mediasi, 2Dara dan empat pemain musik sepakat berdamai. Keempat pemain musik tersebut mengakui kesalahan dan sikap tidak profesional dalam persoalan tersebut.
Kedua pihak juga sepakat saling memaafkan serta tidak mengulangi hal-hal yang menjadi pokok perselisihan.
Yurang menjelaskan, perdamaian itu tidak membuat salah satu pihak dicoret dari hajatan. 2Dara dan empat pemain musik band tetap akan mengisi acara Mitra pada 19 Oktober 2026.
"Pada akhirnya mereka bersepakat untuk saling memaafkan dan persoalan ini selain pada hari ini," terangnya.
Sebagai bagian dari perdamaian, Mitra Indrayani menyerahkan piring putih beserta Jomit Burai bernilai satu antang kepada Detilia/Relia (2Dara) sebagai ungkapan permohonan maaf atas kekeliruan dalam komunikasi.
Sementara Puncan Karnaq menyerahkan piring putih dan Jomit Burai sebagai simbol untuk menyatukan Detilia/Relia, Mitra Indrayani dan Erlangga Agung Nugraha.
Dalam mediasi, para pihak diminta tidak memperpanjang kembali perbedaan pendapat yang terjadi. (Jantro)














