SAMARINDA — Publik kembali heboh usai melihat peredaran sebuah surat resmi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur (Kaltim).
Dokumen tersebut memuat rencana agenda silaturahmi bersama organisasi masyarakat (Ormas) yang disertai rincian anggaran.
Termasuk uang transportasi peserta yang nilainya puluhan juta rupiah.
Surat tertanggal 11 April 2026 itu tertuju kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim.
Berisi permohonan fasilitasi kegiatan dengan tajuk ‘Silaturahmi dan Coffee Morning Pemerintah Daerah bersama Organisasi Kemasyarakatan’.
“Dalam rangka mempererat silaturahmi dan meningkatkan sinergitas antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kalimantan Timur, serta memperkuat tata kelola dan kelembagaan Ormas,” demikian isi surat tersebut, diterima pada Minggu 12 April 2026.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026 di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Kaltim di Kota Samarinda.
Dalam isi surat disebut sejumlah kebutuhan anggaran. Mulai dari konsumsi hingga honorarium.
Salah satu poin paling tersorot adalah alokasi uang saku atau transport peserta sebanyak 400 orang. Nominal Rp105 ribu per orang, sehingga total mencapai Rp42 juta.
Selain itu, tercantum pula anggaran honorarium moderator Rp700 ribu dan narasumber Rp1 juta. Untuk konsumsi, disiapkan kopi, teh, snack, serta makan siang kotak 450 porsi.
Disinyalir undangan kepada ormas tersebut lantaran beredarnya isu demonstrasi besar-besaran yang bakal digelar pada 21 April 2026.
Rencana aksi unjuk rasa itu dilaksanakan di Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim. Kabarnya akan menghadirkan ribuan massa.
Bahkan saat ini aliansi perjuangan masyarakat Kaltim tengah mendirikan posko. Sampai saat ini 4.000 lebih dari 44 organisasi telah mendaftar untuk meramaikan aksi tersebut. (Deni)














